Sabtu, 10 April 2010

[what] pizza, makanannya para petani

beuh, kalo ngomongin makanan yang ini, cuma satu yang ada di kepala gw, kejunya yg mencair di mulut itu enakkkkkkkkk bangettttttt teman, huhu.
entah kenapa setiap kali gw nonton iklan salah satu restoran pizza ibukota yg berinisial PH (bukan planet hollywood loh, haha), mata gw langsung cengo, lalu si saraf mata mengirimkan sensor 16bytes yg berisi pesan "gw-kepengen -beli" ke otak, kemudian saraf tanganpun bereaksi menggerakan tangan kanan gw yg lalu merogoh kantong & ngeliat jumlah uang di dompet. dan hasilnya diterima kembali oleh saraf mata sebagai pencitraan "ga ada duitnya", dan kemudian mengirimkan sensor 16bytes lg ke otak yg berpesan "ga-bisa-beli-pizza-mending-tidur-aja-deh", haha.
..
tapi lebih daripada itu, ternyata ada cerita tersendiri dari pizza yg skrg sering kita makan, yg notabene makanan lezat berbandrol mahal & dijual di tempat yg punya gengsi. lo harus baca ini teman:
..

pizza, sebuah makanan lezat, yang ternyata bukan berasal dari italia. pizza
pertama kali dibuat di yunani, merupakan roti berbentuk bulat, datar, dan
dipanggang dengan menambahkan toping (seperti olive oil, bumbu2, kentang,dll). tomat belum dijadikan bahan toping pada masa itu.
akhirnya, ide dari roti datar tsb sampai ke italia pada abad ke 18, dimana roti datar yang disebut dengan "pizzas", terjual laris di jalan & di pasar. tapi roti tsb tidak diberikan toping, namun warga italia tetap menikmatinya. karena harganya yang murah & juga lezat, maka pizza laris dijual kepada orang2 kurang mampu di italia.
..
ide pemberian tomat pada toping pizza berasal dari ratu italia, dan digunakan hingga sekarang.
pada 1889, ratu margherita, menemani suaminya, raja umberto 1, melakukan inspeksi keluar istana. selama perjalan, ratu margherita melihat banyak sekali warga italia, terutama petani, memakan roti datar & bulat ini. karena penasaran, maka ia meminta pengawalnya untuk membeli makanan tersebut & membawanya ke istana untuk ia makan. dan tanpa disangka, ratu sangat menyukai makanan tsb. ia memakannya setiap waktu, sampai orang2 di sekitar istana terkejut, mengapa ratu mau memakan makanan petani.
..
karena kecintaannya pada pizza, maka ia meminta chef raffael esposito untuk membakarkan roti datar, bulat dengan toping tomat, keju mozzarella, dan basil segar. warna hijau daun basil, warna putih keju mozzarella, dan warna merah tomat melambangkan bendera italia.
kemudian pizza buatan rafael menjadi favorit ratu dan ratu margherita pun menjadi populer bagi warga italia (karena kecintaanny pada pizza).
..
kalo gw idup di italia pada abad ke 18, mungkin gw ga perlu ngiler2 kaya sekarang supaya bisa makan pizza, karena ternyata, pizza adalah makanannya petani, haha.
coba kalo petani sekarang, misal petani di daerah Karawang, makan pizza di tengah sawah, pasti bakal heboh tuh kalo tertangkap kamera.
bisa2 pak petaninya masuk headline news di metro tv & minggu depannya nongol di talkshownya tukul ato kick andy, haha.
jadi intinya, makan untuk hidup? atau hidup untuk makan?
jawab sendiri aja deh,he2.

2 comments:

Gondez mengatakan...

Absen dulu...
Jangan lupa klo mo traktir2 ginian ngundang diriku...

berteriaksampaiserak mengatakan...

sip mas,
tp nunggu ak ultah ya,
maret taun dpn, hehe

 
Copyright © 2010 BerteriakSampaiSerak. All rights reserved.
Blogger Template by